Berdamai Dengan Diri Sendiri #1

"Tidak semua cinta selalu berujung bahagia, sebagian besar biasanya hanya meninggalkan luka jika hanya mengedepankan rasa tanpa logika"

~Iqbal Goesmara~



Februari, diawali dengan patah hati, karena tidak hati-hati dalam memilih hati yang tidak pasti. Semua orang punya cerita cinta nya, tapi tidak semua orang memiliki cerita cinta yang berujung bahagia. Kita kadang terlalu berharap pada sesuatu yang belum pasti, dan biasanya berujung tersakiti.
Manusia tidak pernah bisa lepas dari cinta, karena cinta sudah dikaruniakan kepada kita oleh sang Pencipta. Siklus patah hati akan selalu ada, karena itu kita harus terbiasa adanya.

Kadang kala kita hanya berfikir tentang rasa tanpa menggunakan Logika, niat berbahagia tapi berujung duka. Dan itu memang terjadi ketika kita terlalu berharap pada hal yang belum pasti kita miliki. Kebutuhan kita untuk bahagia itu kita yang tahu, kita hanya perlu berfikir lebih sadar terhadap apa yang kita butuhkan. Jangan melulu tentang rasa, karena cinta itu perlu logika.

Dan diawal Bulan Februari ini menjadi sebuah self reminder bagiku, bagaimana harus bersikap lebih tegas terhadap kebahagiaan diri sendiri. Karena jika hanya mengandalkan rasa, kamu bakalan cepet baper. Hahaha...

Ditinggal karena alasan yang tidak jelas memang menyakitkan, tapi akan lebih menyakitkan lagi ketika kamu tetap bertahan dengan keadaan yang jelas-jelas sudah tidak bisa dipertahankan. Mencintai itu boleh, tapi kita juga perlu berfikir lebih logis lagi terhadap cinta. 

Sudahlah jangan terlalu menggebu-gebu ketika mencintai seseorang, karena kita tidak tahu beberapa detik kedepan apakah dia masih memiliki perasaan kepadamu atau tidak. Semua bisa berubah seketika, dan disitulah kamu harus berfikir lebih jernih lagi bagaimana mengatur perasaan kepada seseorang yang belum jelas kepastiannya.

Orang biasanya awal bulan itu seneng, ada yang gaji-an, ada yang ulang tahun, ada yang ini itu dan lain-lain, ya pokoknya banyak lah kebahagiaan orang-orang di awal bulan. 
Tapi bagiku tidak, diawal Februari ku ini diawali dengan kekecewaan, bagaimana seseorang yang berjuang akhirnya terbuang kedalam lembah angan. Kecewa dengan hal yang sudah dipercayainya, ketika seseorang yang dia cinta ternyata malah meninggalkan luka yang tak pernah disangka-sangka. Sebagian orang berfikir "Ah lebay, baru patah hati segitu aja udah banyak mengeluh." Hahaha, aku hanya bisa tertawa mendengar orang yang berkata seperti itu, mungkin dia hanya belum merasakan apa yang ku rasakan. Karena perihal cinta, semua orang pasti akan merasakan luka. Tidak semua cinta yang kamu miliki akan menimbulkan bahagia selamanya. 

Mencintai itu seperlunya saja, jika dia memang layak untuk dipertahankan, pertahankanlah. Tetapi jika dia malah membuatmu merasa ragu, jangan pernah berfikir panjang untuk meninggalkan. Karena dengan sikapnya yang seperti itu sudah jelas bahwa kamu bukanlah tujuan utamanya. 
Jika berbicara "Jodoh mah gaakan kemana." yang memang, tapi kita harus berfikir sesuai kondisi yang sedang kita hadapi sekarang, jalani yang memang sedang berjalan, jangan berfikir pendek seperti itu.

Mungkin dengan patahnya hati di awal Februari ini menjadi pengingat bagaimana memberikan sebuah rasa yang seimbang dengan logika. Tidak semua yang kamu anggap baik itu akan selamanya baik, kepercayaan mu bisa saja dihancurkan begitu saja ketika kamu lengah karena terlalu mengedepankan rasa dibanding logika. Hati berkata jangan tinggalkan tapi logika akan memaksamu untuk meninggalkan demi menjaga hati agar tidak tersakiti. Semua itu tergantung bagaimana kamu bisa mengatur itu menjadi hal yang seimbang.


"Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. (Wikipedia)"


Jangan pernah mudah memberikan kepercayaan sepenuhnya jika memang kamu tidak mau merasa tersakiti, karena sebagian orang terlalu mudah memberikan kepercayaan sepenuhnya hingga akhirnya ketika orang yang kamu percayai itu menghancurkan kepercayaanmu. Ujungnya ya kamu sendiri yang kecewa dan terluka.

Kamu sekarang hanya perlu berdamai dengan diri sendiri, bagaimana kamu bisa mengatur apa saja yang seharusnya kamu lakukan untuk mencapai kebahagiaan tanpa terlalu mengedepankan rasa. Setidaknya ketika kamu tidak terlalu mengedepankan rasa, luka yang ia tinggalkan ketika kamu dikecewakan tidak akan terlalu membekas dan membuatmu susah move on.




Dan yaaa berlanjut ke halaman selanjutnya, terimakasih sudah membaca sampai disini, semoga ada hikmah yang bisa kalian ambil dari kisah diawal februari ini. Tidak lain dan tidak bukan ini semua hanya sebuah keluh kesah yang ingin ku tulis untuk menjadi pengingat bagaimana menghadapi masalah yang sama di kemudian hari nanti.

Dah segitu aja dulu, besok lanjut, Hatur nuhuunnnnnn -/\-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Suram #1

Problematika Cinta Masa SMA

Teuing naon, baca weh rame da:)